Total Surrender


Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Sebenernya kisah ini udah beberapa kali aku ceritain ke beberapa orang sahabatku. Tentang tingkatan bagaimana kita memandang suatu hal/kejadian/peristiwa yang terjadi pada diri kita. Pertama kali denger cerita ini dari mentorku dan boleh lah yaa dibagi disini..

1. HITAM-HITAM (Menyalahkan – membalas dendam)
Ketika disakiti, kita balas menyakiti. Ketika dihina, kita balas menghina. Ketika dicerca, kita balas mencerca. Ketika dimaki, kita balas memaki.
Ketika mendapat kesulitan kita mengeluh, ya Allah kenapa sesulit ini hidupku? Ketika menemui masalah kita bertanya, ya Allah apa salahku, apa dosaku? Ketika ditimpa musibah kita bertanya, ya Allah mengapa begitu tak adil padaku?

2. PUTIH-HITAM (Sebab-akibat)
Kita dihina karna pernah menghina. Kita disakiti karna pernah menyakiti. Kita ditipu karna pernah menipu. Kita dijahati karna pernah berbuat jahat. Bisa jadi betul, keadaan itu adalah sentilan, teguran bahkan hukuman untuk kita. Tapi apakah kita mengimani bahwa semuanya terjadi karna kehendak-Nya?

3. PUTIH-PUTIH (Semuanya terjadi atas kehendak-Nya dan yang terbaik menurut-Nya)

Firman Allah SWT :
“Tidak ada sesuatu musibah pun menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. At-Taghaabun:11)

Yuk kita simak cerita berikut ini…
Alkisah seorang hartawan bernama Pak Budi, dibunuh ketika baru saja keluar dari gedung kantornya. Dibunuh oleh Aris, seorang ex-karyawan di perusahaannya. Motifnya? Karna 2 minggu yang lalu dia baru saja dipecat dari perusahaan pak Budi. Aris menggelapkan uang perusahaan untuk membiayai pengobatan anaknya di rumah sakit.
(Biasanya timbul pertanyaan, siapa yang salah?) Pak Budi selaku pemilik perusahaan yang tidak menjamin kesejahteraan karyawannya? Atau manajer HRD yang memecat Aris? Atau Aris yang menggelapkan uang perusahaan?
Lalu ada 2 alternatif kejadian sepeninggal pak Budi :
a. Sepeninggal pak Budi, anaknya yang tadinya mabuk-mabukan, bertaubat dan akhirnya melanjutkan mengelola perusahaan ayahnya. Istrinya yang tidak bisa membaca al-Qur’an, akhirnya sering mengikuti pengajian.
b. Sepeninggal pak Budi, anaknya yang tadinya soleh, jadi mabuk-mabukan lalu masuk penjara. Istrinya yang solehah, akhirnya bunuh diri karna kekurangan uang. Perusahaan pak Budi pun bangkrut. Tapi, ternyata ada perusahaan pesaing pak Budi yang akhirnya bertambah maju dengan bangkrutnya perusahaan pak Budi.
(Lalu kita bertanya lagi, siapa yang salah?) Anak pak Budi yang mabuk-mabukan? Atau istri pak Budi yang bunuh diri?

Pak Budi, manager HRD, Aris, anak Aris yang sakit, anak pak Budi, istri pak Budi sesungguhnya sudah menjalankan perannya masing2. Allah Sang ‘Sutradara’ telah mengatur semuanya. Ada kejadian yang buruk untuk seseorang, tapi baik untuk orang lain. Sebaliknya pun begitu. Allah punya rencana besar untuk semuanya. Dialah Allah Yang Maha Mengurus.

“Dan kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabb-mu Maha Melihat.” (QS. Al Furqan:20)

Maka level tertinggi dari keimanan seseorang, terutama saat ditimpa musibah adalah TOTAL SURRENDER – PASRAH TOTAL, mengimani bahwa apapun yang terjadi, baik atau buruk bagi kita, semua terjadi atas kuasa-Nya. Dan sesungguhnya itulah YANG TERBAIK MENURUT-NYA.

Saat ditimpa kemalangan, musibah, masalah, lalu kita menangis, pernahkah kita menikmati kesedihan itu?
Dapatkah kita menarik hikmah dan bersabar setelah ditimpa musibah? Sadarkah kita bahwa segala ujian dan cobaan itu membuat kita semakin dekat pada-Nya? Apakah setiap rasa sakit mengingatkan kita pada-Nya? Apakah setiap tetesan air mata kita membuat kita semakin mencintai-Nya? Apakah setiap kesedihan yang kita rasakan membuat kita makin bersyukur pada-Nya? Percayakah kita bahwa segala kesulitan itu selalu datang diiringi dengan kemudahan? Mungkin saja kemudahan itu tidak datang ketika kita hidup di dunia, tapi bisa jadi di akhirat nanti. InsyaAllah.

Pernahkah kita kekurangan uang dan ternyata itu malah menghindarkan kita dari membeli barang2 haram? Pernahkah kita sakit dan ternyata itu mendatangkan rejeki bagi supir taksi yg mengantar kita ke rumah sakit? Pernahkah kita kehabisan bensin dan ternyata itu menghindarkan kita dari kecelakaan? Pernahkah kita kecopetan dan ternyata uang kita membuat anak si pencopet memiliki buku baru yg menjadi pintu ilmu untuknya? Pernahkah seseorang telah berlaku sangat jahat pada kita, tapi ternyata orang itu menjalankan ‘peran’nya agar kita semakin dekat pada Allah atau sebaliknya kejahatannya pada kita malah membuat ia bertaubat kepada Allah? Dan sesungguhnya segala kejadian yang ditimpakan kepada kita terjadi agar kita bersyukur kepada-Nya.
Bersyukur saat kita berbuat kesalahan dan Dia segera menegur kita. Ketika menghina, mencaci seseorang, lalu orang tersebut balas menghina dan mencaci. Bersyukur karna balasan kepada kita datangnya saat kita masih hidup di dunia ini, saat kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan meminta maaf. Jauh lebih baik daripada balasan itu datang di akhirat nanti dan semua amal kita hilang karna harus membayar semua kesalahan itu bukan? Naudzubillah min dzaliik.
Mengimani segala kejadian terjadi atas kehendak-Nya membuat kita diberi petunjuk dan bersyukur atas segala hikmahnya. Karna setiap makhluk/perihal sudah ditetapkan untuk perannya masing2 di dunia ini.

Kejadian dari cerita di atas, apakah pak Budi adalah penjahat atau malah ‘pahlawan’ bagi pemilik perusahaan pesaingnya? Apakah Aris penjahat atau malah ‘pahlawan’ bagi keluarga pak Budi? Hehee…ga usah dijawab yaa..😉

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.” (QS. Shad: 27)

Posted from WordPress for BlackBerry.

One response to “Total Surrender

  1. Pingback: Tahapan Yang Hilang | the sand between my toes·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s