Chain 11 : Birrul Walidain


al israa 17~23 jangan menyembah selain Allah, berbuat baik pd ibu bapak, jangan berkata ah, jangan membentak, ucapkan perkataan baik, birrul walidain

 

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin… Sampai detik ini Allah masih meminjamkan umur untuk saya supaya saya bisa menyelesaikan tulisan ini hingga rangkaian cerita di chain 11 ini. Sempet terjangkit penyakit malas nerusin tulisannya, karna saya pikir saya tidak lebih tau tentang apa yang akan saya tuliskan disini. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya, saya mohon maaf kalau lagi-lagi sudut pandang saya kali ini tidak sesuai dengan pemikiran siapapun yang membaca tulisan ini.

Buat saya pribadi, hal yang akan saya bahas dalam tulisan ini adalah inti dari semua rentetan kejadian beberapa bulan yang lalu hngga hari ini. Birrul walidain, ya betul… Berbakti kepada orang tua, yang beberapa kali agak ‘terlupakan’ dalam hidup saya. Bukan hanya tentang baik-buruknya saya memperlakukan orang tua saya sendiri. Tapi juga situasi di saat saya ‘protes’ berat dengan penolakan orang tua calon suami saya. Ups! Belum bisa disebut calon suami sebenarnya hehee… Atau mungkin hanya saya yang menganggapnya seperti itu. Ahahaaa… Yaahhh…, intinya akhirnya saya sadar bahwa dia memilih meninggalkan saya untuk suatu hal yang jauh lebih penting. Birrul Walidain.

Cerita ini udah basi sebenernya, saya pun sebenernya udah ‘lupa’ hehee… Tapi dari rentetan kejadian sebelumnya, sebenarnya Allah meninggalkan pesan penting ini untuk saya pahami lebih jauh. Maknanya teramat dalam untuk saya pribadi karena banyak hal-hal yang tidak pernah saya sadari sebelumnya. Dan saya bersyukur, saya mengalami ini semua dalam hidup saya.

Ga banyak yang ingin saya ceritakan… Kecuali bahwa beberapa hari sebelumnya ibu saya terbaring lemah di rumah sakit karena penyakit jantung dan hipertensi. Cukup mengkhawatirkan buat saya hingga akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan tulisan ini. Ada ketakutan yang teramat sangat bagi saya, sementara saya belum juga menikah dan belum bisa membahagiakannya. Alhamdulillah, hari ini ibu saya sudah kembali ke rumah, walaupun belum bisa dinyatakan pulih seperti sedia kala. Tapi bersyukur sekali karena kasih sayang-Nya hingga mengijinkan kami untuk berkumpul bersama kembali di rumah.

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin…

 

One response to “Chain 11 : Birrul Walidain

  1. Pingback: Chain 10 : Allah Sang Pemilik Hati | the sand between my toes·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s