Manfaatkan Masa Jomblomu Sebelum Datang Berumah-tanggamu


Hari ini saya baru aja ketemu seorang Ibu di satu tempat. Sebut saja Ibu Nia. Beliau bercerita pengalaman beliau yang saat itu baru bisa menikah pada umur 36 tahun. Sebelum beliau menikah, Ibunda dari Ibu Nia ini cukup getol nyariin jodoh buat anaknya. Pengumuman ke tetangga, ibu-ibu arisan, ke teman-teman pengajian, keluarga, dll. Sampai suatu saat, sang Ibunda jatuh sakit dan Ibu Nia belum juga menemukan jodohnya. Ada rasa khawatir, tapi keikhlasan Ibu Nia cukup membuat saya terharu. Dengan kasih sayangnya beliau merawat sang Ibunda. Beliau bilang, ada kepuasan tersendiri saat melakukan hal itu, selain bisa lebih dekat dengan Ibundanya, Ibu Nia juga menjalani kesendiriannya dengan sesuatu yang sangat mulia. Beliau percaya, berbakti kepada orang tua dengan tulus in sha Allah akan mendatangkan ridho Allah.

Persis seperti yang saya rasain sekarang ini. Meskipun Mama belum pulih dari sakitnya, tapi keceriaan selalu ada di antara kami. Semakin dekat, semakin akrab, alhamdulillah saya semakin menyadari pentingnya arti kehadiran Mama dalam keluarga kami. Memang banyak keadaan yang berubah dalam keluarga kami setelah sakitnya Mama. Kegiatan saya yang harus dikurangi, masakan Mama yang saya rindukan juga tidak bisa kami rasakan untuk sementara waktu ini. Dan kalau Allah mengembalikan kesehatannya, kayanya ga tega juga ya membiarkan beliau memasak lagi untuk kami sekeluarga.

Banyak tugas-tugas rumah tangga yang otomatis didelegasikan kepada kami anak-anaknya. Tugas merawat Mama juga kami lakukan bareng-bareng. Mulai dari memasakkan air untuk beliau mandi, menyapkan air putih dan obat-obatan yang harus beliau minum, menyiapkan pakaian untuknya, dll. Seruuu deh karena jalinan hubungan kekeluargaan di antara kami juga jadi makin hangat.

Kolesterol Mama yang cukup tinggi juga membuat dokter melarang Mama memakan makanan berlemak. Otomatis menu masakan pun berubah total. The good thing is, kami mulai membiasakan diri mengkonsumsi makanan sehat. Alhamdulillah yaa…, Allah begitu baiknya mengingatkan kami seperti ini. Walaupun sesekali kami masih memanjakan Mama yang kangen dengan makanan-makanan favoritnya.

Di tulisan-tulisan sebelumnya saya juga sempat bercerita tentang kendaraan keluarga kami yang harus rawat inap di bengkel selama 3 bulan, yang otomatis juga membuat saya mengurangi kegiatan di luar rumah. Waktu itu saya memang agak kebingungan melakukan kegiatan-kegiatan saya. Sampai akhirnya saya putuskan untuk banting setir melakukan bisnis online secata total. Alhamdulillah, pintu rejeki yang lain mulai terbuka hingga saat ini. Blog ini yang cukup sering saya anggurin pun, akhirnya mulai diaktifkan kembali. Senaaangg…. bisa berbagi cerita lagi akhirnyaa…🙂

image

MANFAATKAN MASA JOMBLOMU SEBELUM DATANG BERUMAH TANGGAMU

Coba tanyakan kepada mereka yang sudah menikah apa saja yang mereka rindukan dari masa lajangnya. Mungkin kangen berkumpul dengan sahabat-sahabat wanita, atau kangen mengunjungi tempat-tempat tertentu. Beberapa sahabat saya sangat merindukan perawatan di salon kecantikan, atau mendatangi majelis ta’lim. Ada juga yang terpaksa berhenti dari pekerjaannya setelah memiliki anak. Sebagian yang lain malah mengeluh karena jadi ga punya waktu untuk diri mereka sendiri.

Saya pribadi kepikiran, ga kebayang gimana sedih dan khawatirnya saya bila mendengar Mama sakit sementara mungkin saja saya berada jauh dari Mama, untuk melaksanakan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga. Untuk yang masih punya orang tua, ini saat terbaik bagi kita untuk berbakti kepada mereka, bahagiakan mereka semaksimal yang kita bisa. Jalin komunikasi yang lebih baik dan hubungan yang lebih hangat dengan keluarga terdekat. Jadikan waktu kamu berkualitas saat berkumpul bersama mereka.

Dekatkan diri pada Allah, nikmati saat-saat bermesraan dengan-Nya. Manfaatkan kesendirian kita untuk mengkaji ilmu agama-Nya. Alhamdulillah Allah memudahkan saya mengikuti beberapa pengajian. Sekarang ini sering banget kan kita dengar kasus perceraian dalam rumah tangga. Banyak orang menikah tanpa persiapan lebih dulu. Alhamdulillah, atas ijin-Nya saya bisa belajar banyak hal di pengajian tentang kehidupan, khususnya kehiduan pernikahan sebagai persiapan untuk menjalani rumah tangga nantinya.

Bersilaturahmi seluas mungkin, hubungi juga orang-orang yang sudah lama tidak kamu temui, tanyakan kabarnya. Maafkan kesalahan orang-orang yang pernah menyakitimu. Minta maaf pada mereka lebih dulu agar lebih mudah memaafkan mereka. Minta maaf juga pada orang tua, keluarga dan teman-teman kita, siapa tau di antara mereka ada yang menyimpan rasa sakit atau dendam pada kita tanpa kita sadari. Percaya deh, hati yang tulus dan bersih dari dendam in sha Allah akan lebih mudah mendatangkan ridho Allah pada kita.. Cari juga orang-orang terbaik yang bisa saling menghebatkan dengan diri kita. Belajarlah dari mereka tentang kehidupan, ambil pelajaran bermanfaat sebanyak-banyaknya dari mereka.

Mumpung masih bebas kemana-mana, pergi ke tempat-tempat yang kita sukai bisa menghilangkan kegalauan. Katanya si jomblo memang lebih dekat dengan galau hahaa.. Tapi ga perlu galau lah yaaa…, kalau punya dana lebih, boleh aja ngajak keluarga atau teman-teman terdekat untuk berlibur. Dunia ini luas kan..?! Pasti banyak tempat yang belum kita kunjungi sebelumnya..

Gali terus kreativitas dan kemampuan diri, maksimalkan potensi dirimu. Kalau kamu belum bisa membaca al-Qur’an, ini saatnya untuk mulai mempelajarinya. Atau mulailah mengikuti kelas bahasa yang ingin kamu kuasai. Bila senang berbisnis, bergabunglah dengan komunitas bisnis yang akan memperluas jaringan bisnismu.

Yang terpenting adalah tebarkan manfaat sebanyak mungkin dan seluas mungkin. Mulailah dari orang-orang terdekat. Mulailah dari hal-hal terkecil yang mungkin tampak remeh bagi kita tapi bisa jadi sangat berarti untuk orang lain, sebelum memberi kontribusi yang lebih besar.

Jadikan semua hal ini sebagai bentuk ikhtiar kita dalam menjemput jodoh untuk mendapatkan ridho Allah. Mungkin banyak hal yang akan berhenti saya lakukan setelah berumah tangga nanti, jadi puas-puasin aja dulu sekarang ini… Waktu ga akan terulang lagi bukan..?!!
Jangan lupa tetap luruskan niat kita.. Segala hal bermanfaat yang kita lakukan tentunya ga akan ada artinya bila tidak dilakukan karena Allah. Termasuk tetap luruskan niat menikah semata-mata hanya untuk mengharapkan ridho-Nya.

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s