Tahapan Yang Hilang


Seperti mengadon suatu kue, inilah yang diperlukan:

  • Komposisi bahan
  • Takaran
  • Urutan
  • Waktu / durasi
  • Cara pengerjaan
  • Alat bantu

Satu saja terlewat, jadilah bantat…

Ahaa…!!! Ini kok jadi kaya baca ebook Buka Langsung LARIS ya..?? Btw, ebook dan tiket roadshownya bisa dipesen melalui link ini loh… http://yuk.bi/t62c6

Hwhehee,,, ini kok malah jadi promosi sih. Okeh,, kembali ke laptop…

Bismillaahirrahmaanirrahiim… Jadi gini loh, yang biasa masak atau jago bikin kue pasti udah hapal banget sama 6 urutan di atas. Semuanya harus pas dan kalau satu aja terlewat, kuenya bisa gagal total atau masakannya jadi kurang enak saat dinikmati. Gitu kan…

Lagi-lagi ngomongin soal masalah. Iya betul, MA-SA-LAH… Ga ada yang salah dengan penulisan saya. Cuma kok terus-terusan ngomongin masalah, kayanya hidup saya ini penuh dengan masalah? Mwhihihi… Bukan, bukan gitu maksudnya.

Sebenernya sih saya sudah mulai ‘bersahabat’ dengan si masalah ini. Hidup ga pernah jauh dari masalah kan.. Hayooo, emang ada yang hidupnya ga pernah bermasalah? Ada yang hidupnya lurus-lurus aja? Ga asik ah, ga berwarna dong kalo gitu. Masa hitam putih doang…

Yang asik tuh, kalau kita ngadepin masalah dan semuanya cepat berlalu. Ahaayyy…semuanya pasti pengennya kaya gini yaa… Sayangnya nih, banyak dari kita yang tiap ngadepin masalah malah melupakan satu tahapan yang terpenting. Nah loh, bantat dong jadinya…😐

Baidewei, sebenarnya kurang enak ya kalo disebut masalah, kita ganti dengan ‘COBAAN’ biar berasa lebih nyaman. Nah, ngomongin tentang cobaan, kita simak dulu sabda Rasulullah SAW berikut ini…

Orang yang paling banyak mendapat cobaan adalah para nabi, kemudian orang-orang soleh dan selanjutnya orang-orang yang tinggi derajatnya dalam agama. Karena seseorang diberikan cobaan sesuai dengan kualitas agamanya. Jika agamanya teguh, maka ia mendapatkan tambahan cobaan.

Jadi, semakin soleh seseorang, cobaannya juga makin banyak dong? Ya, dan semakin soleh seseorang, godaan setan pun akan semakin deras. Begitu kata pak ustadz..😀 Trus karena godaan setan ini, biasanya kita jadi melupakan satu tahapan yang penting ketika menghadapi cobaan… Apa coba?

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits Qudsi:

Sekiranya Aku uji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, berilah pahala bersambungan baginya, sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan (atas amal yang mereka lakukan).

(HR. Ahmad-Thabrani)

Hmm.. Ternyata kita sering lupa bersyukur pemirsahhh… Dikasi cobaan, kita malah ngeluh, protes sama Allah, why me…? Boro-boro bersyukur, boro-boro ikhlas… Gitu kan ya biasanya… Astaghfirullaahalazhiim.. Ga heran, masalah kita jadi tambah ruwet, boro-boro malah naik kelas…😦

Jadi, ternyata bersyukur itu ga pas lagi seneng aja, pas lagi susah juga harus terus bersyukur, ya ga..??! “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu…” Janji Allah begitu kan… Dan percaya deh, kalo Allah yang berjanji, ga mungkin ga ditepati.

Sabda Rasulullah SAW,

Tidaklah ada seorang hamba, yang jika ditimpa suatu musibah, lalu berkata, “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami dikembalikan. Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya.” kecuali Allah akan memberi pahala atas musibahnya dan akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari musibah tadi.

Yang harus kita yakini adalah, Allah selalu punya maksud baik atas segala cobaan yang Dia berikan pada kita. Baca deh di postingan-postingan saya sebelumnya, ada di Total Surrender & Filosofi Hiu dan Salmon. Bersyukur ketika menghadapi cobaan, sebagai bentuk keikhlasan kita menerima segala kehendak-Nya. Banyak loh orang lain yang masalahnya jauuuhhh….lebih berat daripada kita. Kita sih mungkin baru diputusin pacar aja, atau baru ga punya duit aja, cemen yaa…

Biasanya kalo lagi ada masalah, yang kita pikirin malah masalah itu lagi, masalah itu lagi.. Jadi lupa deh sama nikmat-nikmat lain yang segitu bejibunnya Allah kasih buat kita. Misal nih kita kecopetan, bersyukur deh karena kita ga perlu susah-susah nyopet juga, si pencopet aja mungkin anaknya masih nangis-nangis di rumahnya karena kelaparan, sementara anak-anak kita malah bisa bermain dengan Ipad.

Jadi, supaya ga jadi ‘bantat’, ga perlulah meratapi nasib kita yang rasanya kurang nyaman. Dalam menghadapi apapun, tahapan ini jangan sampe hilang lagi. Bersyukur aja dulu, pasti berubah jadi nikmat rasanya…, jadikan pembelajaran untuk hidup kita. Yakin deh, in sha Allah pasti selalu ada hikmah baik dari setiap cobaan yang menimpa kita.

Wallahua’lam bishshawab

quotes say Alhamdulillah for everything, syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s