Berawal Dari Sebuah Perbuatan Baik – bagian 1 (Senyum)


smile1

Rupanya saya masih senang bermain dengan kenangan masa lalu saya. Setelah cerita tentang kota Palopo dan mimpi-mimpi saya yang berawal dari kota itu, kali ini saya teringat pada satu cerita di salah satu buku favorit saya. Buku yang sangat populer dan meginspirasi banyak remaja di dunia..😉

Mungkin kamu juga pernah baca buku ini, Chicken Soup for the Teenage Soul. Inget kan…?! Ada salah satu cerita favorit saya di buku ini, ga mungkin saya tulis disini karena mungkin ngelanggar kode etik. Saya tulisin ringkasannya aja yaakk..

Judulnya ‘Senyum’, tentang seseorang yang tersenyum pada seorang pria. Senyuman yang membuat perasaan pria itu menjadi lebih baik, hingga ia mengingat sahabat lamanya, dan menyuratinya untuk mengucapkan terima kasih. Si sahabat yang sangat senang menerima surat itu meninggalkan tip yang besar saat makan siang. Pelayan pun terkejut lalu memberikan sebagian uang yang diterimanya untuk seorang laki-laki di jalanan. Lelaki ini belum makan selama 2 hari, karena rasa syukurnya atas uang yang diberikan oleh pelayan tadi, ia memungut seekor anak anjing yang sedang kedinginan dan membawanya ke kamarnya yang hangat. Malam harinya, rumah lelaki tadi terbakar. Anak anjing tadi pun menggonggong hingga seluruh isi rumah terbangun. Mereka pun selamat dari bahaya. Semua ini berawal dari sebuah senyuman yang tak membutuhkan uang satu sen pun.

Simpel ya, hanya berawal dari satu senyuman yang kadang kita remehkan, hingga menjadi rentetan peristiwa menyenangkan. Cerita tadi mungkin hanya rekaan, tapi bukan tidak mungkin bisa benar-benar terjadi dalam kehidupan kita. Dalam agama saya, senyum adalah bagian dari sedekah. Seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini,

Tersenyumlah ketika engkau bertemu saudaramu, sesungguhnya itu adalah bagian dari sedekah.

(Hadits Riwayat Tirmidzi)

Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, ‘Bagaimana Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang Lain’, berkata, “Wajah merupakan cermin hati yang tepat bagi perasaan seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sarana untuk memperolah teman dan kerja sama dari pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding pemberian lain yang dihadiahkan oleh seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”

Senyum itu murah, ga perlu duit sepeser pun. Senyum bisa mengubah suasana hati dan menular pada orang yang melihatnya. Senyum bisa meredakan stress, mengurangi depresi dan rasa khawatir. Senyum baik untuk kesehatan, karena senyum bisa melepaskan endorfin, senyawa yang bisa mengurangi rasa sakit secara alami dan serotonin. Hanya dibutuhkan 17 otot untuk tersenyum, hingga menimbulkan efek awet muda dan lebih menarik. Senyuman yang tulus juga bisa melunakkan hati yang sedang marah. Seperti kata Carnegie, tersenyum merupakan awal mudah untuk mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain.

Senyum merupakan perbuatan baik. Yang paling penting, senyum itu salah satu sunnah Rasulullah SAW. Jadi ga ada alasan lagi untuk tidak tersenyum. Satu perbuatan baik, dengan dampak yang luar biasa.

quotes smile is powerful weapon you can even break ice with it

One response to “Berawal Dari Sebuah Perbuatan Baik – bagian 1 (Senyum)

  1. Pingback: Berawal Dari Sebuah Perbuatan Baik – bagian 2 | the sand between my toes·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s