Bila Ingin Terbang Tinggi, Lepaskanlah Batunya


image

Assalamualaikum teman2 dan selamat pagi. Semoga pagi ini kita sama2 berada dalam limpahan karuniaNya dan dalam kesadaran utk senantiasa bersyukur kepadaNya.

Kali ini saya ingin bercerita tentang seekor burung. Anda tahu, burung punya sayap, sudah latihan terbang sejak kecil. Artinya kemampuan dan jam terbang sdh tidak diragukan lagi. Tapi ini ada seekor burung, burung elang pula, yang tak bisa terbang tinggi.

Setiap kali dia mengepakkan sayap, dia berhasil mengambang di udara, tapi tak pernah tinggi, lalu jatuh lagi. Dia mengepakkan sayap lebih cepat dan lebih kuat lagi. Tubuhnya terangkat lebih cepat, namun pelan2, turun lagi.

Anda tahu kenapa? Ternyata bukan sayapnya yg terluka, bukan pula cuaca mendung yg membuat burung Elang ini batal terbang. Tapi sebongkah batu yg terikat kuat di kakinya. 

Semakin dia mengepakkan sayap dengan kuat, bongkahan batu ini menjadi beban yg membuatnya tak bisa terbang tinggi.

Teman2, pernahkah merasa seperti itu? Saat dimana Anda berusaha keras namun hasilnya nihil? Saat dimana Anda bekerja keras hingga banting2 tulang namun kehidupan Anda tak melesat spt yg diharapkan. Bila pernah, Anda membawa batu.

Bila ingin terbang tinggi, lepaskanlah batunya. Pertanyaannya, apa batu yg selama ini membebani Anda?

Ok, sebelum saya lanjutkan, tariklah nafas dalam2, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Tarik nafas lagi yang dalam, semakin dalam, kemudian hembuskan perlahan melalui mulut. Sekarang, cek isi dompet Anda. Ada yg berkurang?

Kembali ke masalah batu yang membebani kita, sering bentuknya bermetamorfosis menjadi bongkahan2 emosi negatif di hati kita. Yap, perasaan sedih, takut, marah, rasa bersalah, malu, kecewa, sakit hati, dan semua perasaan negatif lain adalah batu yg membebani usaha terbang kita.

Tak peduli seberapa keras usaha Anda, selama membawa emosi negatif satu saja -misalnya minder- akan membuat usaha keras  Anda memberi hasil yg lebih kecil.

Anda iringi dengan doa yang khusyu, tapi tetap memelihara rasa tak sempurna. Hasilnya? Tetap tak seperti yang Anda harapkan. Sikap Anda cuma 2, menyalahkan keadaan atau menghibur diri.

Sekarang, mau sampai kapan membawa batu? Mau sampai kapan membawa beban emosi negatif? Mana yang menjadi prioritas, memelihara rasa malu dalam hati atau mewujudkan mimpi2 Anda? 

“Pak, saya tidak punya kemaluan, eh, rasa malu. Tapi saya memiliki rasa sakit hati yg teramat dalam”

Sama saja! Sama2 beban. Mau sampai kapan dibawa2? Memangnya setahun bersama si Sakit Hati yang Dalam membuat Anda semakin bahagia?

Tidakkah Anda kelelahan saat kerja keras Anda tak jua memenuhi impian Anda?

Jadi, sepakat mau melepas beban? Atau mau Anda simpan sampai akhir hayat hingga Anda dikenal sebagai seorang “Pekerja Keras Pembanting Tulang yang hidupnya selalu kekurangan”?

Baik, sepakat dilepas ya? Yakin?

Baiklah.

Sekarang, lihat isi dompet Anda. Apakah jumlah uangnya berkurang setelah Anda menarik dan menghembuskan nafas tadi? Yakin? Apa? Kosong? Oh itu karena memang sebelumnya kosong bukan? He..he.. Anda bisa saja.

Artinya, ada banyak hal fundamental utk bekal hidup yang Tuhan gratiskan untuk kita. Sudahkah Anda bersyukur? Atau, Anda lebih memilih berbaring di RS dengan selang oksigen di hidung agar lebih memahami makna “GRATIS”?

Teman2, satu-satunya cara utk melepas beban hati atau emosi negatif adalah dengan BERSYUKUR. Bandingkanlah udara yg bisa Anda hirup dengan masalah Anda? Mana yang lebih berharga? Artinya, masalah Anda jauh lebih kecil dibandingkan masalah saat Anda harus kehilangan nafas.

Maka sebenarnya, orang2 yang bermasalah dalam dirinya atau yang memelihara emosi negatif dalam hatinya, adalah orang2 yang kehilangan rasa syukur.

Atau dengan kata lain, masalah menjadi besar karena rasa syukur kecil. Dan saat rasa syukur besar, maka masalah menjadi kecil. 

So, nikmat mana lagi yang kau dustakan? Maka, berbahagialah.

Rasa bahagia adalah energi keberlimpahan -Joe Vitale-

Depok, 19 Nov 2014.
“Penulis adalah seseorang yg telinga kanannya sdh tidak bisa mendengar, pernah dihina “ganteng2 budek” tapi memilih bersyukur atas karunia satu telinga kiri yg masih mendengar dan… ganteng.”

Khusus untuk yang mau Jualan Langsung LARIS klik disini http://yuk.bi/t5207

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s