Sebuah Cerita


Sebut saja namanya Olivia 25 thn, dia seorang wanita yang sulit disebut langsing. Namun dia periang dan tidak terlihat minder dengan penampilannya, justru dia wanita bahagia.

Suatu hari dia membujuk ayahnya untuk memberinya modal usaha produksi baju yoga khusus wanita bertubuh besar. Menurutnya ini peluang bagus.

Olivia mengatakan, sangat penting untuk menjadi diri sendiri, merasa bahagia, dan sehat. Ia melanjutkan, siapa pun berhak untuk menikmati hidup.

Sampai disini ayahnya diam menyimak untuk menemukan kesesuaian cerita yang dibangun dengan upaya “perampokan terselubung” dari anaknya.

Yoga sudah menjadi bagian gaya hidup, dia ingin semua wanita bisa menikmatinya tanpa kesulitan. Namun fakta yang ada, sangat sulit menemukan pakaian pas yang bisa membuat wanita bertubuh besar leluasa mengikuti kelas Yoga.

Mereka disodorkan pada pakaian sangat ketat dan terlihat lucu saat dipaksa mengenakannya. Alih-alih menjadi sehat dan bahagia, yang ada malah malu dan tersiksa.

Maka Olivia bermaksud memberi mereka solusi, sebuah pakaian Yoga yang didesain dengan sangat indah untuk mereka yang bertubuh besar.

Ini bukan tentang pakaian semata, tapi membuat setiap wanita bertubuh besar bisa latihan yoga dengan bangga dan tetap terlihat cantik.

Ayahnya Olivia sepakat menanam modal.

Teman-teman, seandainya Olivia membujuk ayahnya dengan perhitungan rugi laba dan proyeksi keuntungan 1-5 tahun ke depan, akankah ayahnya percaya?

Olivia menceritakan misinya kepada semua pemasok, retail, dan tim yang direkrutnya. Semua mendukung, bahkan ada pemasok yang siap mengirim bahan tanpa perlu membayar dimuka.

Saya tidak ingin mendikte Anda dengan analisa kekuatan cerita, tapi silahkan tentukan sendiri apakah cerita Olivia -bila Anda ayahnya- membuat Anda mau investasi?

Ini pulalah yang saya lakukan ketika ditanya, “Kangen Water itu apa Sofyan?”

Saya tidak bercerita tentang antioxidant, micro cluster, dan alkaline, tapi saya BERCERITA.

“Saya juga tidak terlalu paham dengan kangen water, sampai seseorang datang dan menunjukkan gambar orang tua yang katanya usia sebenarnya jauh lebih tua.

Saya memilih untuk membeli dan memberikan ke kakak yang kena diabetes dan kegemukan, hingga beberapa hari kemudian, air itu masih utuh.

Akhirnya saya “paksa” kakak untuk minum kangen water dan 2 minggu kemudian saya lihat jirigen air sudah kosong dan… rambut kakak yang 2 minggu lalu memutih, saya lihat lebih banyak hitamnya.

Tapi yang paling “memukau” adalah perutnya, sekarang jauh lebih kecil.

“Turun 14 kg” ujarnya sambil mengusap-ngusap perutnya.

Kakak saya berdiri di belakang pintu, baru pulang nganter istri, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya kecuali berbaring 2 minggu lalu.

Teman-teman, bila Anda adalah orang yang bertanya tadi, apakah yang akan Anda lakukan?

Ingin membuktikan bukan? Itulah yang dilakukan semua prospek saya.

Bicara tentang cerita, saya kagum dengan salah seorang tim saya yang jago bercerita. Dia menjual mesin kangen hanya mengandalkan cerita. Lumayan, terjual 9 unit tanpa prospeknya paham marketing plan bahkan demo.

Apa kekuatannya?

Cerita.

Jadi, cerita telah menyentuh, cerita telah menggerakkan.

Lalu, bagaimana menyusun sebuah cerita?

Nah, Anda perlu membaca buku Tell to Win karya Peter Guber, namun saya akan ceritakan pengalaman saya bercerita.

Pertama, cerita orisinil pengalaman sendiri atau orang lain yang saya terlibat di dalamnya. Ini seperti menceritakan kakak yang turun berat badan dan diabetesnya sembuh, saya melihat sendiri.

Kedua, ceritakan dan tunjukkan perasaan kita saat terlibat dalam pengalaman itu.

Saya selalu bilang, “saya kaget.” atau “Saya juga gak percaya.” semua itu diceritakan dengan mimik yang alami dan sesuai.

Ketiga, pahami modalitas lawan. Apakah tipe visual, kinestetik, atau auditorial. Lalu sesuaikan pola bahasa dengan modalitas lawan.

Bila Anda tidak mengerti tentang modalitas, bisa baca bukunya Anthony Robin berjudul Unlimited Power.

Keempat, berlatihlah. Ini seperti belajar renang yang tidak akan membuat Anda mahir selama berada di dalam kelas. Anda harus praktek langsung.

Terakhir, saya ingin mengingatkan Anda, bukankah dalam Al Qur’an banyak terdapat cerita?

Dengan kata lain, pesan-pesan kehidupan dituturkan dalam banyak cerita.

Sekarang, siap membuat cerita?

Ahmad Sofyan Hadi
-The Next Legend-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s