Newbie Itikaf Man


Dulu belum pernah terlintas di kepala saya buat pengen tau yang namanya itikaf. Di kepala saya yang seorang muslim ktp ini, itikaf itu cuma sebatas “numpang tidur di Masjid”
Hahaa cetek banget yaa… Tapi itu yang saya pikir dulu dan terlintas di kepala.

Sampai suatu hari temen ngajakin itikaf di masjid habiburahman dari jauh-jauh hari, dan belum saya iyakan saat itu jg. Di kepala masih bertanya-tanya ngapain sih nginep-nginep segala.

Sampai satu momen salah satu guru saya, Kang Takwir, syukuran pengajian rumah barunya bersama team KAT lainnya, disitu saya ketemu ibunda beliau, dan lagi-lagi ajakan yg sama, ibu bilang “Nak nanti 10 hari terakhir ikut aja itikaf, blm pulang kampung khan? Enak disana, siapa tau doa-doamu nak dijawab pas disana”

‘doa mu dijawab’, ini kalimat yang langsung nempel di saya. Hmm kenapa gak dicoba? Toh kalau gak betah besok tinggal pulang aja gak usah diterusin, pikir saya. “Insyallah bu, nanti saya datang” jawab saya

Sampai beberapa hari sebelum hari H itikaf di habiburahman tiba, saya harus ke Jakarta untuk menghadiri kaget dokter zee dan ada sesuatu yg harus saya kerjakan d Jakarta 1 hari sebelumnya. Karena waktu itu nanggung dan sayang uangnya buat nginap di hotel, saya keingat kebiasaan beberapa leader yg suka tidur di rest area atau masjid kalau lagi edukasi ke luar kota.

Rest area? Hmm jauh dari tempat saya nyetir saat itu…
Masjid? Nah kenapa gak coba disana? “Sekalian khan lu penasaran itikaf kayak gimana do, siapa tau bisa trial dulu sekalian gak ada ruginya.”
Gak nunda-nunda saya pun googling masjid mana aja di Jakarta saat itu yang udah mulai dibuka dan menyediakan waktu buat dibuka di malam hari. Dari beberapa pilihan saya mutusin ke Masjid Al – Azhar di Kebayoran,

Di samping saya sudah familiar dengan tempatnya,  entah kenapa kok berasa sreg disana yaa pas liat di list pilihan.

Singkat kata saya meluncur kesana… Datang jam 1 malam, dengan melawan rasa kantuk, karena ternyata disana saya malah diuji untuk tidak tidur. Aneh memang, karena tiap saya mengantuk dan berusaha tidur ada saja kejadian yang bikin saya gak bisa tidur. Entah dilewatin orang, ada orang masjid yang tiba-tiba bangunin, Bunyi al-quran yg jatuh, bahkan percaya gak percaya, jam 3an pas saya mungkin tidur sekitar 15 menit, ada yg nepuk bahu saya, tapi pas kebangun di sekitar saya gak ada siapa-siapa yg terdekat, itu di masjid padahal. Akhirnya saya cari kegiatan gimana caranya biar tetap terjaga, entah baca quran, ambil wudhu, solat sunah semua saya kerjain. Simply cuma buat ngalahin ngantuk.

Puncaknya pas saya denger kajian setelah subuh tentang sejarah surat terakhir yg diturunkan Allah, surat An-Nasr. Materinya kayak menjawab permasalahan pribadi saya saat itu, ustad yang memberi kajian gak banyak main intonasi. Tapi dari hati kayaknya message yang disampaikan, beliau menyimpulkan bahwa “Bersikaplah semua keberhasilan kita itu karena Allah yang memudahkan, bukan karena kita pribadi”

JLEB! Ini nih selama ini, amalan ini yang masih belum saya punya, selama ini tiap ada kerjaan yg berhasil, otak saya selalu sombong. Jangan-jangan closingan seret, finansial berantakan, ganjelannya karena ini salah satunya. Disitu saya mengambil catatan dan memasukan saran sang pengkaji dalam list hal yg harus saya rubah.

Gak berhenti disitu, saya jadi penasaran dan ketagihan dengerin apa isi kajian setelah dhuha, kali ini entah dari mana tiba-tiba masjid penuh dan makin penuh, ustad yg berbeda kala itu bercerita tentang ciri-ciri orang ikhlas. Beliau berkata ikhlas itu gak bisa dilihat kasat mata, dan gak bisa kita nilai atau menghakimi orang lain itu sudah ikhlas atau belum Ikhlas dari kaca mata kita, itu urusan privilage pribadi si orang dengan Allah. Yang bisa dan perlu kita pelajari hanya tentang ciri-cirinya dan semata-mata untuk pelajaran ke diri kita.

Salah satu ciri orang ikhlas adalah selalu berlomba-lomba memiliki ibadah yg disembunyikan, mereka selalu berpikir ibadah pribadinya itu hanya antara dia dan Allah, tak perlu diketahui orang lain. (Di postingan selanjutnya mungkin akan saya paparkan apa saja ciri lainnya itu). Intinya sepulang dari itikaf hari itu, saya jd amaze dan ketagihan. Banyak pesan yang berusaha Allah sampaikan ke saya dari kejadian selama disana. Dan herannya Itu masjid kenapa makin rame makin siang, kayak mall, ada pasangan suami istri yg gandengan berduyun-duyun, keluarga yg bawa anak-anaknya kesana, bapak yg bareng anak cowok, atau sebaliknya, saya kayak ditampar lagi-lagi, ada yaa suasana kayak gini dan itu keren mennnnn

Weekend hari minggu, orang biasa ke car free day, ke mall, atau bahkan sebagian masih tidur, mereka udah kece-kece ke masjid, dan semua mukanya hepi gak ada yang mukanya bantal. Itu kayak ngasih insight baru kalau itikaf yg selama ini saya ketahui ternyata beda dengan bayangan selama ini.

Dan ketika hari H itikaf di masjid habiburahman datang, akhirnya saya datang dengan insight baru dan semangat yang berbeda, penuh kehausan dan rasa penasaran “apa lagi nih pelajaran yang saya dapat disini” dan bener, selama tujuh malam disana banyak ‘magic momen’ yg saya dapat dan susah untuk diceritakan.

Banyak doa yang dijawab oleh Allah dengan berbagai caraNya menjawab. Dengan kejadian, dengan paparan kajian, bahkan hal sederhana ketika ngobrol bercanda gurau dengan teman sesama KAT, Allah secara tidak langsung menjawab. Yaaa itu jawaban doa dari Allah ketika beberapa tahun lalu ketika saya pernah iseng berdoa “Ya Allah dekatkan hamba, dan kumpulkan hamba dengan orang-orang yang senantiasa mendekatkan hamba kepadamu, gak sekedar belajar bisnis ilmu dunia tapi belajar agama juga” dan saya baru ngeh ketika berada disana.

Dan anda tahu? Selama disana penghasilan anda berapa puluh, ratus jutapun, peringkat anda berapa pun 2a,4a,6a, 6A(gak ngerti lg panjangnya seberapa titelnya) semua sama gak ada kasta… Dengan kerendahan hati semua memberikan akses untuk kita bisa berkenalan dan bertanya tentang banyak hal, sholat ditempat yg sama, makan barengan di luar tenda, wudhu tempat yg sama, bahkan toilet jg sama (nggak, gak barengan masuknya) hehe..

Dan itu LANGKA.. Semua disana karena ibadah, dan punya goal yg sama, mengejar kualitas diri yang lebih baik setelah dari sana.
Hari ini sudah malam kedua saya berpisah dari suasana itu, dan herannya sering kali mata saya menangis tiba-tiba karena merindukan suasana disana… Suatu hal yang jarang bahkan mustahil dalam waktu yang sangat lama jarang terjadi ke saya. Saya bukan tipikal orang yg gampang emosional seperti itu soalnya. Dan saya paham akhirnya kenapa di malam ke 27 dokter zee ( Zaidul Akbar ) rela bela-belain balik ke Bandung dari Jakarta padahal hari sebelumnya pamitan pulang itikaf. Setelah dhuha beliau bercerita tiba-tiba menangis di mobil merindukan suasana disana dan langsung tancap gas balik Bandung. Saya paham pada akhirnya perasaan itu…

Terima kasih keluarga KAT… Tulisan ini ucapan terima kasih saya ke anda semua. This is one of my best Ramadhan selama 27 tahun saya bertemu ramadhan, dan semua karena saya didekatkan dengan komunitas ini, komunitas yg tidak semata-mata berbicara uang, gaya hidup sehat, tapi lebih dari itu selalu mengingatkan ibadah. Kalau besok-besok saya khilaf atau jahiliyah lagi(mudah2an jangan) mohon diingatkan yaa.

Closingan itu bonus, dan pasti mengikuti atau akan mengikuti, even misal gak ngikut juga gak jd masalah. Esensi belajar di sini itu yang saya anggap langka… Esensi untuk jadi manusia yg berguna, dan selalu bisa membantu orang lain dan berbagi di jalur Allah, untuk selalu lurusin niat kejar akhirat, misi utama sesungguhnya.

Selamat bertemu di Habiburahman 1437 Hijriyah semua saudaraku. Semoga masih ada umur sampai taun depan itu tiba… Mudah-mudahan kita berjumpa disana lagi.

Mudah-mudahan……
Kalau belum dijemput ajal…..

#LastRamadhan1436
#TheLastNightItikaf

Edo Nugroho
#NewbieItikafMan
#RoadToUmrohMakkah2015
#RoadToHabiburahman1437H

Ingin tahu kenapa Kangen Water menyehatkan dan mampu mengubah kehidupan banyak orang? Kontak saya 081224294510🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s