Amazing Self Questioning


image

Momen lebaran adalah momen berkumpul bersama keluarga, terutama yang jarang sekali jumpa karena kesibukan masing-masing di kota yang berbeda.

Setiap tahunnya kegemaran saya adalah asik mengamati kehidupan orang. Heu. Kepo tingkat dewa sih, tapi bukan untuk gosipan atau hal negatif lainnya. Saya selalu asik mengamati perubahan hidup dari setiap keluarga yang sudah lama tak jumpa tersebut.

Aneka ragam yang saya dapati. Mulai dari yang biasa saja, selalu bikin penasaran tahun ini bawa mobil apa, atau cerita hidup seperti apa yang mereka bagikan dalam forum obrolan ngalor ngidul..

Kondisi sosial ekonomi pun jelas beragam, itu yang selalu menarik untuk saya amati. Perbedaan apa yang membuat antara satu keluara dengan keluarga lainnya. Antara si ‘kaya’ dan si ‘gitu-gitu aja’ hidupnya.

Kesimpulan saya sih simple, selalu tentang pandangan hidup. Kemana liatnya, itu yang menentukan ke arah mana kondisi hidupnya.

Ini sepertinya berhubungan dengan tips terakhir (yang kemarin sempat ketinggalan dibahas, hehe maap yaaa..) bagaimana agar mental tidak mudah down..

Amazing Self Questioning..

Orang dengan kondisi ‘kaya’ ga pernah sedikit pun bertanya atau mengeluh tentang hidupnya atau hidup orang lain. Orang kaya lebih asik mengulik apa yang bisa dia lakukan daripada kenapa dia tidak bisa melakukan.

Dr Andhyka menyebutnya mind’s game. Permainan pikiran. Dan ini adalah KUNCI UTAMA dalam sukses atau tidaknya kehidupan.

Orang kaya lebih banyak mengeluarkan kalimat-kalimat positif, orang ‘gitu-gitu aja’ hidupnya lebih senang mengeluarkan kalimat-kalimat negatif.

Anda bisa lihat sendiri. Coba saja ingat-ingat siapa keluarga yang hidupnya mapan, dan keluarga yang hidupnya rungsing (baca: sulit, sunda mode on). Mereka punya SIKAP yang berbeda, GESTURE yang berbeda. Dan dari situ kita bisa belajar, mengamati, dan mengambil hal baik untuk kita praktekkan sepulang gelaran silaturahim saat momen lebaran.

Kembali ke tips Amazing Self Questioning tadi, atau yang kita singkat ASQ, adalah cara untuk kita melatih pikiran agar tetap positif. Bagaimana caranya?

Mudah mudah menantang laah🙂

Ketika kita gagal, atau mungkin berhasil melakukan suatu hal.. Pasti di pikiran kita selalu timbul pertanyaan..

Contoh…

Kok ga closing-closing.. KENAPA YA?

Kok dia bisa beli mobil baru.. KENAPA YA?

Kok keluarganya harmonis banget…
KENAPA YA?

Waa tahun ini dia udah naik jabatan di kantornya.. KENAPA YA?

Pada dasarnya kita semua adalah makhluk paling kepo. Cuma memang ga semuanya ambil sekolah S2 untuk mengasah skill ke-kepo-annya hihihi. Saya kepo, selalu kepo. Karena itulah dalam otak saya tidak pernah berhenti bertanya, kok bisa ya, gimana yaa, kenapa yaaa..

Selintas pertanyaan itu wajar dan tidak ada yang salah. Tapi jika kita lebih jeli merasa respon otak atau respon pikiran dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita akan terkejut. Karena otak kita atau pikiran kita lebih cepat mengeluarkan database-database yang sifatnya negatif daripada positif. Semakin database negatif nya banyak, semakin banyak pula keluar pikiran pikiran negatif..

Kenapa yaa dia bisa beli mobil baru?
Ah kerjanya parah banget, kayaknya sih anak-istrinya kurang diperhatiin

Kenapa yaa keluarga dia bisa harmonis?
Ah iya sih harmonis di depan, belum tentu di belakang. Lagian harmonis belum tentu kondisi keuangannya sebagus saya..

Kenapa yaa saya ga closing-closing?
Ah kan saya emang gapunya skill marketing, cuma ibu rumah tangga. Ngerti apa saya jualan barang. Blablabla ~

Ah saya beda sama dia, ga punya waktu seluang dia..

Ah saya beda sama dia, anak lebih banyak..

Ah saya beda sama dia, saya mah ga didukung suami..

Pertanyaan KENAPA biasanya mengarahkan kita pada pembenaran, disadari atau tidak. Coba deh praktekkan sekarang…

Kalau sudah dicoba, sekarang ganti pertanyaan KENAPA dengan APA..

Apa yaa yang bisa bikin dia beli mobil baru..

Apa yaa yang bisa bikin keluarga mereka harmonis..

Apa yaa yang bisa bikin dia sukses bisnisnya?

Apa yang bisa bikin besok-besok saya closing?

Beda pertanyaan ternyata beda efeknya. Sangat beda.

It’s a mind game.

Semua akhir bernama nasib berawal dari apa yang terjadi dalam pikiran kita. Selain ubah pertanyaan, pastikan koleksi database dalam pikiran kita lebih banyak hal positif daripada negatif. Master your mind and design you destiny!

Salam hangat penuh semangat,
Asri Fitriasari
Ibumuda Juara✌

#LeaderIsReader
#Roadto6A23
#DebtFreeProject
#MenulisDariHati
#UmrohBarengKAT
#RoadToOkinawa2016

Ingin tahu kenapa Kangen Water menyehatkan dan mampu mengubah kehidupan banyak orang? Kontak saya 081224294510🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s