Perjalanan


image

Pertanyaannya adalah mau kemana? Itu yang perlu dijelaskan sebelum melangkahkan kaki. Bukan berapa lama? Bukan pula bagaimana kita kesana?

Ibarat taksi, sopir perlu tujuan yang jelas dari penumpang. Masalah jalannya lewat mana, sopir taksi bisa menawarkan beberapa alternatif. Tapi lewat jalan mana pun, argo tetap berjalan. Ada tagihan diakhirnya.

Pun dengan hidup kita, tahu atau tidak tahu, jelas atau tidak jelas TUJUAN hidup kita, faktanya “argo” kehidupan kita senantiasa bergerak, itulah waktu.

Maka tahu tujuan hidup dengan jelas sejak awal dapat menghemat banyak energi. Bukan hanya waktu, tapi juga beberapa sumber daya. Kita menjadi fokus pada tujuan dan mengabaikan semua hal yang tidak ada hubungannya dengan tujuan hidup kita.

Banyak orang yang menjadikan bisnis ini sambilan, atau bahkan sering terkendala “tidak punya waktu” atau “bentrok dengan kegiatan lain”. Semata-mata menjelaskan tujuan hidup yang bercabang atau setidaknya belum jelas.

Sebenarnya apa yang dicari?

Tentu saja kesuksesan, tapi bagaimana kita mendefinisikan kesuksesan?

Awalnya mungkin kita mengatakan kekayaan adalah parameter kesuksesan, ditunjukan dengan komisi ratusan juta per bulan. Namun sejarah mencatat ternyata bukan uang yang membuat kita sukses.

Charles Schwab, presiden perusahaan baja independent terbesar meninggal dalam kondisi bangkrut.

Richard Witney, presiden New York Stock Exchange meninggal setelah  dibebaskan dari penjara Sing Sing.

Masih banyak kisah lain yang menceritakan kehancuran orang-orang kaya di akhir hidupnya. Dengan kata lain, komisi besar bukan jaminan kita sukses.

Barangkali Anda memilih bahagia sebagai parameter sukses. Benar? Tapi pertanyaannya, saat Anda melihat keluarga pemulung yang bahagia apakah Anda mau menjadi mereka?

Atau mungkin kekuasaan parameter sukses. Lihatlah orang berlomba-lomba di pemilu, pilkada, bahkan pemilihan lurah! Saya baru tahu ternyata untuk mencalonkan diri menjadi lurah di Indramayu bisa menghabiskan biaya hingga milyaran rupiah!

Namun faktanya orang-orang yang sudah mencapai kekuasaan beberapa diantaranya berlaku korup hingga dikutuk oleh warganya sendiri. Jadi, kekuasaan tidak bisa dijadikan tujuan kesuksesan.

Lantas apa itu kesuksesan?

Saya tertarik dengan konsepnya John C Maxwell dalam buku “Your Road Map for Success” bahwa sukses itu adalah PROSES bukan TUJUAN.

Kesuksesan adalah mengetahui tujuan hidup Anda, bertumbuh untuk meraih potensi tertinggi Anda, dan menabur benih yang menguntungkan orang lain.

Dengan kata lain, tahu tujuan hidup adalah salah satu parameter kesuksesan. Artinya bukan satu-satunya parameter. Nah di bisnis ini kita sudah diinstal oleh leader bahwa tujuan kita di bisnis ini adalah menjadi The Legend.

Apa itu?

Seseorang yang sekali pun dia sudah meninggal, masih terasa, masih dinikmati, masih berdampak, semua hasil jerih payahnya di dunia.

Sebenarnya ini mengambil konsep “amal jariyah” dalam islam, yaitu kita memiliki kebaikan yang senantiasa mengalir melebihi usia kita di dunia. Caranya Anda harus kuat dan menguatkan orang-orang di sekitar Anda. Kuat apa? Kuat fisik, kuat ilmu, kuat finansial, kuat amal.

Lihatlah Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur di zaman Rasulullah SAW, ternyata sampai sekarang wakafnya dipelihara dan dikembangkan. Di salah satu bank di Saudi Arabia ada rekening atas nama Utsman bin Affan yang mengelola uang hasil wakaf sahabat nabi itu.

Itulah The Legend.

Sang Legenda selalu meninggalkan warisan kebaikan melebihi umurnya di dunia.

Mau?

Anda harus KUAT. Maka mulailah dari bisnis ini.

Selanjutnya parameter sukses yang lain adalah bertumbuh untuk meraih potensi tertinggi. Jadi sukses adalah saat Anda punya kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi diri.

Maka bila Anda 3 tahun lalu dan hari ini masih minder, sulit dikatakan Anda sudah berkembang. Berkembang adalah ketika Anda tidak memiliki hambatan untuk menentukan hidup sendiri.

Maka di bisnis ini diwajibkan menghadiri seminar/pertemuan ASSYST sebagai bagian dari proses belajar. Maka saat Anda mengundang teman ke Kangen Gathering lalu undangan Anda tidak hadir, maka Anda harus tetap hadir. Kenapa? Karena Kangen Gathering sarana kita belajar.

Maka saya melihat perbedaan yang mencolok terutama dari komisi, antara yang selalu hadir di Kaget dan yang jarang hadir di Kaget.

Walau pun join di bisnis ini berbarengan, orang yang senantiasa menghadiri Kaget walau pun sendirian, mendapatkan bisnisnya jauh lebih berkembang dan menghasilkan dari pada orang yang jarang menghadiri Kaget.

Terakhir, parameter sukses adalah saat kita bisa menabur benih yang menguntungkan orang lain. Menolong orang lain, mengembangkan orang lain.

Dengan ketiga parameter tadi, sesungguhnya kita sudah sukses.

Bukankah kita sudah tahu tujuan hidup kita?

Bukankah kita senantiasa belajar dan bertumbuh setiap hari?

Bukankah kita sangat terobsesi untuk menyehatkan dan menyukseskan orang lain?

Maka saat kita bertemu dengan seorang profesional yang selama puluhan tahun terjerat pada rutinitas “berangkat pagi pulang malam”, Anda punya 2 pilihan, biarkan atau selamatkan!

Orang sukses senantiasa memiliki energi untuk berkembang dan menolong sesama.

Maka akhirnya semua kembali kepada Anda, apakah Anda memutuskan sukses atau biasa saja. Saya sebagai leader yang imut dan menggemaskan tidak akan menghakimi Anda.

Tapi biasanya keluarga -tepatnya anak- yang akan menuntut kelak, setidaknya mempertanyakan, kenapa dia sejak kecil tidak memiliki keleluasaan memilih apa yang ia inginkan?

Saat itulah Anda bisa menjawab dengan benar atau mencari pembenaran. Toh “argo” orang sukses dan argo orang belum sukses sama. Sama-sama memiliki waktu alias kesempatan dulunya.

Wallahu’alam.

Depok, 23 Maret 2015

Ahmad Sofyan Hadi
-The Next Legend-

#6A2
#AIamNEXT
#AmazingLCD

Ingin tahu kenapa Kangen Water menyehatkan dan mampu mengubah kehidupan banyak orang? Kontak saya 081224294510🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s