Keajaiban Dari Sebuah Keyakinan


#Keajaiban dari Sebuah Keyakinan# 

Assalamu’alaikum wrwb
Selamat pagiii….

Yugo Lei syong co sangyi mo em haito lah, Lei ci em cie a? Lei haito co Kungyan ( Jika kamu ingin berbisnis jangan di sini donk, kamu tau tidak? kamu disini pembatu) petikan kata-kata dari Tuan Majikan yang masih slalu terngiang di telinga…

Dari seorang pembantu rumah tangga TKW atau istilah yang lebih kerennya lagi “Domestic Helper” yang berkocek sangat cekak, berusaha tegar menghadapi hari-hari yang sulit dan harus mengalami tekanan-tekanan dari Tuan majikan yang menginginkan 100 % dari pekerjaan saya yang semuanya harus sempurna di mata dia.

Sering terlintas dalam pikiran saya, untuk kemudian bergerak dan mencapai penghasilan yang lebih dari gaji yang saya terima dan bahkan selalu impas setiap bulannya, karena kebutuhan  keluarga dan kebutuhan saya yang mengakibatkan banyak hutang kepada Nyonya majikan.

Selama hampir 8 tahun saya bekerja di rumah majikan tapi hasilnya tetap masih nihil, tetapi saya tidak pernah putus asa dalam hal ini, karena saya selalu mengikuti arus, ya dibuat enjoy saja dari pada stress mikirin pekerjaan banyak, belum lagi kalau pekerjaan ada yang tidak beres pasti dah kena marah ama Tuan majikan.

Tidak mau terlarut dalam kesedihan Alhamdulillah melalui perantara teman saya pun berhasil mendapatkan tiket seminar yang pembicaranya waktu itu sampai saat ini lagi nge-trand di kalangan BMI beliau adalah “DokZee”, sempat mundur juga untuk menghadiri seminar tersebut karena keterbatasan saya untuk mendapatkan libur, lagi..lagi..lagi bersyukur ketika Nyonya mengijikan saya untuk libur, dengan bermodal tiket seminar dari hasil hutangan saya melangkah penuh dengan keyakinan.

17 November 2013 Datang terlambat bersama teman, yang Alhamdulillah tanpa disadari kami bisa duduk paling depan, dari situlah keajaiban terjadi kepada saya dipertemukan dengan seseorang yang berkat beliau saya bisa mengakhiri status saya sebagai tkw, dan mempunyai banyak kebebasan, tidak tau dengan cara apa saya harus berterima kasih kepada beliau, selain do’a yang terbaik untuk beliau sekerluarga, sekali lagi Thank a lot of ( To ce say ) kepada dr. Andhyka.

Yaa Allah sambil netes air mata ini ketika teringat kronologis pertemuan saya dengan dr.Andhyka, beliau tidak pernah sedikitpun memandang rendah saya yang hanyalah berstatus sebagai seorang “pembantu”, setelah selesai seminar saya menemui beliau meski harus berdesak2an dengan peserta seminar yang lainnya, lagi..lagi..lagii keajaiban terjadi, saya bisa menemui dan mengajak beliau berkenalan, berawal dari SKSD(sok kenal sok dekat ) saya janjian ketemuan malam itu sebelum saya pulang ke rumah majikan.

Tidak seperti biasanya, karena malam itu saya pulang libur terlambat, perasaan takut berkecimuk dalam pikiran, sampai2 terlintas untuk tidak pulang ke rumah majikan karena takut di marahi, tetapi perasaan itu berhasil saya tepis bahwa takut hanyalah sebuah perasaan yang bisa di kendalikan. Saya pasrah walaupun   harus kena marah, yang penting saya sudah bisa berkenalan dan mendapat ilmu dari seorang dokter.

Setelah pertemuan itu membuat hari-hari saya makin tidak tenang, karena ketika seminar sudah mengetahui harga mesinnya yang terlalu amat mahal, kalau di kalkulasikan sekitar 1 tahun gaji saya, dan itupun harus benar2 hemat, saya meminta do’a dari suami, orang tua dan usaha yang bisa saya lakukan saat itu, terlintas dalam pikiran untuk menambah total hutang saya terhadap Nyonya majikan, saya maju mundur untuk mengatakannya karena takut tidak diberi untuk meminjam uang sebanyak itu.

Alhamdulillah ketakutan itu saya tepis lagi dengan bismillah dan memasrahkan hasilnya kepada Sang pemberi rejeki, saya memberanikan diri berbicara ke nyonya majikan, meski awalnya sempat berkali-kali ditolak sampai 3 minggu lamanya saya terus mencoba dan akhirnya sampai saya berhasil mendapatkan pinjaman uang sebanyak itu.

Januari 2014 saya memutuskan untuk membeli mesin, meskipun tidak langsung terpasang karena saya belum bisa dan terpaksa menunggu CoachDhyka ketika datang lagi ke Hong Kong, ternyata perjalanan tak semulus dan tak seindah yang saya bayangkan, hinaan, bulan-bulanan, serta ledekan dari sesama temen bahkan dari Tuan majikan selalu datang bertubi-tubi.

Mana mungkin seorang tkw bisa sukses kamu kan bukan dokter, apalagi kamu kan g’punya teman orang2 kaya, ledekan-ledekan itu yang kerap kali saya dengar dari kalangan teman2, kalau dari Tuan ” pastinya kamu sudah kena tipu sama dokter itu, mana mungkin ada mesin harganya semahal itu, saya  (Tuan) yang punya uang banyak saja tidak akan pernah membeli mesin itu.

Membangun mental yang ulet dan pantang menyerah selalu saya suntikan setiap hari melalui curhat ke suami, karena ledekan2 itu sangat rentan menjatuhkan mental saya, juga perasaan malu, putus asa dan terhina kerap muncul dan menjadi peruntuh semangat, tapi suami selalu membuat saya yakin bahwa perasaan seperti itu bisa di tumpas. Sangat bisaaa!!!

Bersyukur lagi berkat CoachDhyka mesin terpasang juga, awalnya saya minta ijin kepada Nyonya dan diperbolehkan mesin dipasang dirumahnya, meskipun harus sembunyi2 dari Tuan, jika Tuan pulang terpaksa mesin dibongkar, jika Tuan pergi mesin dipasang lagi, dan untungnya Tuan waktu itu jarang pulang jadi, ketakutan saya berkurang.

Kurang lebih 2 bln mesin dipasang dirumah majikan, lama-lama diprotes juga dan bahkan sempat waktu itu mesin mau ditendang, karena tuan bilang saya terlalu sibuk hingga pekerjaan rumah berantakan, yaa karena awalnya memang tuan tidak setuju dengan keputusan saya untuk membeli mesin, jadi ada saja yang bisa dibuat  masalah. Terpaksa mesin itu saya ungsikan ke rumah teman yang jaraknya lumayan jauh.

Selama share air alhamdulillah lambat laun pesanan air semakin banyak, dari situlah dibutuhkan tenaga yang super extra, dengan waktu yang sangat terbatas saya harus naik kereta, naik bis, jalan kaki untuk menempuh rumah temen saya, dengan bermodal minjam kereta belanja majikan dan itu saya lakukan setiap 2 hari sekali setelah pulang belanja dan mengantar anak2 sekolah.

Selama 15 hari kerasa juga capeknya gotong2 air kesana kemari, dari situlah mulai memberanikan diri untuk edukasi dimanapun, dan kalau ada temen yang ingin mencoba airnya langsung saya arahkan ke kantor enagic, bermodal pemberian DVD dari coach dan belajar  langsung dari coach ketika beliau ada jadwal ke HK, meskipun edukasi yang saya lakukan masih banyak yang salah dari segi pengucapan karena istilah2 kedokterannya yang terpenting berani maju tanpa menunggu di suruh oleh sponsor.

Dan perjuangan ini belum dimulai sampai saya benar2 melewati rintangan yang mahaberat sebelum meraih kesuksesan.

Mohon do’a kepada para suhu & para mentor agar kami disegerakan 6A2, terima kasih saya ucapkan kepada suami yang selalu mendidik dan memberi semangat, terima kasih juga kepada CoachDhyka, Bu Rini, DokZee dan semua Guru yang ada di WAG ini yang selalu memberi dukungan kepada kami.

Fitri
Bandung, 29 Maret 2015

#DiriYangSlaluInginBelajar
#Goto6A2
#iamNEXT

Ingin tahu kenapa Kangen Water menyehatkan dan mampu mengubah kehidupan banyak orang? Kontak saya 081224294510🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s