Negative Hallucination


Negative Hallucination

Tangan menerobos ke dalam tas, meraba dasar tas, lalu meraba langit-langit tas. Gak ada!

Saya ulangi lagi. Memasukkan tangan ke dalam saku tas, menekan dan mengangkat agar bisa merasakan isi tas. Tetap kosong, aneh!

Semalam saya menyelipkannya di saku tas, sekarang sudah tidak ada. Pasti istri atau anak saya yang memindahkan.

Saya bergegas ke kamar dan mendapati istri sedang tergeletak dengan mukenanya.

“Say, HP aa dimana?”

Dia membuka mata sebentar,

“Gak tahu A.” Ujarnya pendek lalu menutup mata lagi.

Aaah.. gak mungkin, pasti dia lupa.

Saya kembali ke kamar tempat tas berada, mengangkatnya, gak ada. Lalu ke rak buku, meraba tiap permukaannya. Gak ada. Jadi HP saya dimana?

Saya panik, sebenarnya sih kesal, karena mau berangkat pagi-pagi jadi batal. Kalo istri gak ngaku dan -misal- anak pun gak tahu, ini pasti kerjaan jin. Lantas siapa lagi?

Istri bangun.

Tak lama anak-anak pun bangun, tak ada yang tahu keberadaan HP saya.

Saya berangkat tanpa HP, seharian.

Malamnya saya pulang, istri mengatakan HP sudah ditemukan. Saya menahan nafasnya, dimanakah dia menemukannya? Pasti di tempat berbeda dari tempat saya menyimpan. Itu artinya benar ada yang memindahkan!

“Di saku tas A.” Ujarnya pelan namun seperti halilintar yang menggelegar. WHAT?

“Iya, saya cuma memasukkan tangan ke saku tas lalu mengangkat tangan sedikit, terasa ada HP. Jadi saya ambil dari sana.” Terangnya.

Gak mungkin!

Saya sudah mencarinya berulang kali tapi kosong!

***

Pernah kah teman-teman mengalami kejadian di atas? Saya sendiri tidak sering, tapi pernah. Lebih dari sekali sih, he..he.. Terutama kalo lagi nyari barang yang ketinggalan, mesti nanya atau nyuruh istri yang nyari.

Setelah saya bertanya ke pakar NLP-Hypnotherapy-TimeLine Therapy tentang kejadian yang saya alami, beliau menyebutnya sebagai Negative Hallucination.

Segeralah saya menemui Mbah Google untuk mendapat “fatwa”nya. Ternyata eh ternyata, kalau diterjemahkan secara bebas, Negative Hallucination adalah ketidakmampuan subjek melihat objek di hadapannya.

Masih merujuk pada pakar NLP tadi, konon Negative Hallucination adalah level 29 dari 30 kedalaman hipnosis. Nah ngomong-ngomong tentang hipnosis, artinya kita belajar tentang efektivitas sebuah sugesti.

Semakin dalam level hipnosis, semakin efektif sugestinya. Dengan kata lain, negative hallucination adalah sugesti yang menyangkal keberadaan subjek di depannya.

Nah pertanyaannya, bisa kah kita melakukan atau mengkreasikan Negative Hallucination untuk menolak/menyangkal sugesti negatif di sekeliling kita?

Kan enak kalo ditolak gak terasa ditolak, kalo capek gak terasa capek, atau kalau dihina gak terasa dihina saat melakukan bisnis ini. Jadi kita selalu “on fire” dalam edukasi setiap hari.

Nah ternyata, itulah yang dialami leader-leader di bisnis ini. Mereka bukan tidak pernah menghadapi masalah di bisnis ini. Semakin banyak edukasi, semakin besar group, semakin beragam masalah.

Hanya saja, mereka mengalami “Negative Hallucination” terhadap masalah di depan mata, jadi terus saja bergerak seolah-olah tidak ada masalah.

Berbeda dengan kebanyakan pemula, ditolak sekali dipikirkan berhari-hari. Saking fokusnya memikirkan penolakan, peluang di depan mata tidak terlihat.

Dengan kata lain, sebenarnya kita semua pernah mengalami Negative Hallucination. Hanya saja, orang sukses mengalaminya dengan menyangkal hal-hal negatif sedangkan orang gagal menyangkal hal-hal positif.

Nah sekarang, bagaimana agar kita mengalami Negative Hallucination-nya terhadap hal-hal negatif?

Pengen tahu? Yuk baca terus.

Kita bisa mengalami Negative Hallucination terhadap hal-hal negatif saat pikiran FOKUS terhadap hal-hal positif, dalam konteks bisnis ini adalah IMPIAN.

Jadi selama kita fokus terhadap IMPIAN, kita akan mengalami Negative Hallucination terhadap penolakan, masalah, atau rasa letih.

Artinya selama masalah masih terlihat besar, itu indikasi IMPIAN belum menjadi FOKUS. Nah saran saya, buatlah DREAMBOOK dan lihat setiap hari.

Cara kedua adalah melakukan REPETISI alias pengulangan. Jadi kita mengulang-ngulang GOALS yang ingin kita tuju dengan MENGATAKANNYA.

Sebelum Pak Andhyka join bisnis Kangen, beliau -sering saya dengar- “sedekah Rp 1 M per bulan.” Saat itu saya mikir, mungkinkah? Tapi saya sering kali mendengar sedekah Rp 1M per bulan di banyak kesempatan.

Artinya beliau konsisten dengan REPETISINYA. Lalu saat join bisnis ini, saya melihat percepatan berikut juga sedekah yang besar-besaran dan hari ini, saya melihat Sedekah Rp 1 M per bulan seperti anak sungai yang menemukan muaranya.

Apakah dia tidak mendapat masalah? Apakah tidak ada penolakan? Apakah tidak ada yang mencibir atau membencinya? Banyak. Tapi, apakah dia merasakan lalu memasukkan ke hati? Tidak. Dia sudah mengalami Negative Hallucination.

Jadi, seriuslah membuat DREAMBOOK dan sering-sering mengatakan GOALS kita di berbagai kesempatan. Dengan cara itu, kita memasukkan sugesti positif dan menolak hal-hal negatif di depan mata melalui mekanisme alami: Nagative Hallucination.

Nah sekarang, siapa yang belum punya DREAMBOOK ayo ngacuuung! Pantes aja banyak kendala he..he..

Saran saya, jangan membuat DREAMBOOK kalo tidak serius mewujudkannya. Buang-buang waktu aja.

Wallahu’alam.

Depok, 3 April 2015

Ahmad Sofyan Hadi
-The Next Legend-

#6A2
#IamNEXT
#AmazingLCD

Ingin tahu kenapa Kangen Water menyehatkan dan mampu mengubah kehidupan banyak orang? Kontak saya 081224294510🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s