Introspeksi Untuk Diri Saya


Intropeksi u/ diri saya :

“Sudahkah Saya Menjadi Orangtua yang Baik?” oleh Sofie Beatrix

Saat menonton televisi, saya menyaksikan fenomena yang sungguh memprihatinkan. Banyak berita mengenai kejadian yang menimpa anak-anak kita di negeri ini. Menghindari nonton televisi, eh saya tetap nemu berita yang sama di twitter dan facebook.

Kekerasan yang terjadi pada anak sebenarnya bukan hanya kekerasan fisik semata, melainkan juga kekerasan mental. Yang menjadi beban pikiran saya, jangan-jangan selama ini tanpa kita sadari, kita selaku orang tua juga melakukan Kekerasa Mental pada anak-anak kita. Kekerasan mental dan fisik pada anak dapat melahirkan trauma yang mendalam yang dapat sangat memengaruhi kehidupan anak.

Selaku orang tua, mari kita bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya melakukan kekerasan mental pada anak saya?”
“Sudahkah saya menjadi orangtua yang baik?” Hal ini saya lakukan terhadap diri saya ketika membantu menulis buku Brain Genetic Potential.

Beberapa tulisan pun saya komunikasikan dengan suami dan anak. Saya juga mengajak anak saya berbicara dari hari ke hari secara intens. “Ayo kita cari potensi unggul yang kamu miliki, hal apa yang kamu sukai, sehingga akan membuat kamu menjadi orang hebat. Mau? Kita akan jadi satu tim. kami akan men-support kamu, mau?”

Lalu saya ajak dia mendata berbagai hal seperti apa hobinya, apa cita-citanya, hal apa yang bisa dilakukan untuk mencapainya. Langkah tersebut kami sederhanakan dalam sebuah resolusi kecil yang dipresentasikannya dalam 4ON (visiON, ActiON, PassiON, CollaboratiON). Berikutnya, kami memetakan Potensi Genetiknya melalui Tes STIFIn dan diselaraskan dengan tindakan di lapangan.

Melalui action mengikuti berbagai training, kompetisi, melibatkan expert, serta mempraktikkan langsung dalam miniatur kegiatan, dia mulai menemukan “branding” diri yang sesuai dengan Brain Genetic Potential-nya. Berhari-hari kegiatan kami semakin mengerucut. Anak saya ajak berdialog terus menerus sembari memetakan mana action yang selaras mana yang tidak.

Saya serius melakukannya seolah seorang coach yang melatih kader. Di pikiran saya, mengapa di pekerjaan saya serius membuat berbagai macam upaya agar usaha maju berkembang, tetapi tidak pada anak?

Hingga hari ini saya menemukan banyak keajaiban. Perubahan yang demikian pesat, hidupnya menjadi lebih enjoy. Ia melakukan banyak hal yang dulu suka dibantahnya dengan penuh kekesalan, sekarang dilakukannya dengan senyum dan semangat. Kemajuan-kemajuan mental yang tidak instan, tetapi saya yakin akan dapat dinikmati hasilnya kelak.

Bismillah, doa saya, semoga belum terlambat bagi saya dan Anda untuk memperbaiki diri menjadi orang tua hebat untuk anak-anak yang hebat. #PSFT #remaja
Salam Hangat #Sofie Beatrix

Ingin tahu kenapa Kangen Water menyehatkan dan mampu mengubah kehidupan banyak orang? Kontak saya 081224294510🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s