Pemadam Kebakaran VS Montir


Bila diperhatikan, masalah akan datang tiap periode usia kita. Bahkan bila punya anak, masalah akan datang tiap periode usia anak kita.

Sebut saja tahun ajaran baru, kita disibukkan dengan urusan pendaftaran sekolah termasuk bayar biaya masuknya. Karena berpola dan terjadwal, kita bisa memprediksi kapan dan berapa mesti bayar.

Namun ada pengeluaran yang tidak terjadwal, seperti membeli perlengkapan camping anak atau biaya dokter gigi. Semua itu datang diluar perhitungan kita.

Belum lagi permintaan (bantuan) darurat dari keluarga atau tetangga dekat, ditolak rasanya gak tega karena memang butuh mendesak untuk sesuatu yang sangat penting, tapi mau bantu pun tidak ada.

Dari masalah inilah kita bisa mengelompokkan cara seseorang menghadapi masalah, yaitu tipe Pemadam Kebakaran dan tipe Montir.

Para Pemadam Kebakaran cenderung menargetkan “asal tidak ada masalah” dalam hidup mereka. Mereka menghindari lapar dan sakit dalam hidup mereka.

Jadi mereka mencari nafkah sesuai kebutuhan mereka sepanjang yang mereka ketahui. Mereka tidak menyiapkan diri untuk masalah yang belum muncul. “Itu terlalu berlebihan dan mengada-ngada” pikirnya. Kenapa? Karena mereka ada jika api ada.

Tapi bila ada masalah diluar jangkauan mereka, orang tipe ini akan bekerja ekstra keras untuk mengatasinya, kalo perlu melibatkan orang lain seperti orang tua, saudara, tetangga, diantaranya dalam bentuk hutang. Lalu bersantai saat masalah sudah teratasi. Mirip pemadam kebakaran.

Ada pun tipe Montir, cenderung memiliki tujuan yang lebih jauh. Bukan sekedar mengatasi masalah, namun lebih jauh lagi, menciptakan kenyamanan untuk jangka panjang.

Maka Montir selalu punya masalah, yaitu masalah dimasa yang akan datang yang solusinya sudah diciptakan sekarang.

Ini mengingatkan saya dengan tetangga yang selalu sibuk di bengkelnya. Ada saja yang diperbaiki, kursi pengemudi yang dibuat naik turun lah, stir yang bisa diatur posisinya lah, padahal mobilnya buatan tahun 1980an.

Ada perbedaan standar “masalah” diantara kedua tipe ini, bukan sekedar api yang ada di depan mata, tapi ketidaknyamanan di masa depan pun sudah dianggap masalah oleh Tipe Montir.

Maka Tipe Montir selalu bergerak, digerakkan oleh bayangan mereka tentang masalah, bayangan yang tidak nampak dikalangan Pemadam Kebakaran.

Hasilnya, tipe Pemadam Kebakaran hidup standar seperti kebanyakan orang. Antri beras murah seperti kebanyakan orang, berburu diskon akhir tahun seperti kebanyakan orang, membicarakan masalah hidup dengan tetangga di tukang sayur seperti kebanyakan orang.

Ada pun tipe Montir, menikmati liburan saat yang lain sibuk bekerja. Menikmati makan di restoran tanpa peduli harga, leluasa membantu sesama tanpa mengurangi jatah sendiri.

Barangkali diantara Anda berfikir untuk menjadi Montir, faktanya banyak yang tidak sanggup menahan ujiannya.

Menjadi Montir atau Pemadam Kebakaran bukanlah pilihan asal tunjuk, tapi ada ujian dibaliknya. Anda tahu kenapa orang Tipe Pemadam Kebakaran hidup seperti kebanyakan orang?

Bahkan dia bisa dicari diantara antrian sembako murah atau di loket pendaftaran puskesmas. Karena sebenarnya Tipe Pemadam Kebakaran adalah tipe mayoritas orang.

Mereka melihat dengan matanya, bukan dengan visinya. Mereka bergerak saat ada api di depan mata, bukan saat lilin tergeletak sembarangan.

Bahkan tipe Pemadam Kebakaran sangat mungkin adalah para perokok yang membuang puntung roko sembarangan. Bisa jadi mereka adalah orang yang menggampangkan berhutang, boros, tidak punya prioritas, dan sulit bangun subuh.

Ada pun Tipe Montir adalah segelintir orang yang mau bekerja ekstra keras, ekstra cerdas, ekstra lama. Semata-mata untuk menyelesaikan masalah yang bahkan masalah itu belum muncul!

Maka Tipe Montir lebih sulit kita temui, disaat yang lain merayakan hari libur bersama keluarga, dia masih sibuk di Bengkel Impiannya. Saat yang lain sudah terlelap setelah bekerja seharian, dia masih terjaga dan bekerja.

Lantas, kenapa dia mau jadi Montir? Mungkin Anda berfikir ini semata-mata karena IMPIAN. Salah, bukan semata-mata karena itu. Tapi ada yang lain.

Apa itu?

Waktu.

Orang-orang tipe Montir paham, tak selamanya mereka akan bekerja keras. Paling lama 3 tahun, sisanya menikmati hidup dengan pilihan tidak bekerja sama sekali.

Apa yang perlu dikhawatirkan bila asuransi keluarga sudah ada, saham sudah punya, rumah kontrakan ada, dana cadangan ada dalam bentuk emas, tinggal kapan butuh.

Yap, sebenarnya orang-orang tipe Montir adalah orang-orang yang malas bekerja seumur hidup. Mereka memilih bekerja keras 3 tahun saja. Gak apa-apa pulang malam, gak apa-apa diomongin orang, gak apa-apa gak punya gengsi. Toh cuma 3 tahun.

Daripada memilih bekerja setengah-setengah tapi seumur hidup. Setengah hari, setengah hati, dan setengah istri (setengahnya lagi pembantu).

So, Anda yang mana?

Wallahu’alam.

Depok, 12 Maret 2015

Ahmad Sofyan Hadi
-The Next Legend-

#6A23
#AmazingLCD
#IamNEXT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s